Laporan terbaru mencatat lonjakan tajam serangan pencuri kata sandi (password stealer) di Indonesia sepanjang tahun 2026. Data pribadi dan finansial menjadi target utama.
Kasus kejahatan siber di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Laporan keamanan siber terbaru (Mei 2026) mengungkapkan bahwa serangan pencuri kata sandi (password stealer) di Indonesia telah mencapai angka 234 ribu kasus.
Para peretas menggunakan berbagai metode canggih, termasuk menyisipkan malware ke dalam perangkat lunak palsu, dokumen lampiran email, hingga aplikasi mobile pihak ketiga. Data yang dicuri tidak hanya berupa kredensial media sosial, melainkan menyasar akun perbankan digital, e-wallet, dan portal perusahaan. Pengguna disarankan untuk tidak menyimpan kata sandi di browser secara sembarangan, serta mengaktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA) di seluruh platform penting untuk meminimalisasi risiko.

